Kejam di Mavi Marmara

Saksi: Israel Menyetrum dan Menembak dengan Brutal

TEMPO Interaktif, Jakarta – Para relawan yang diserbu pasukan komando Israel di kapal Mavi Marmara di perairan Gaza dan telah dibebaskan kemarin mengungkap kekejaman tentara Israel di atas kapal. Talat Hussain, jurnalis Pakistan, misalnya, mengatakan mendengar perintah agar menembak para aktivis tepat di keningnya. ”Saya melihat dengan mata saya, empat orang ditembak tepat di kening mereka. Empat yang lain sekarat,” kata Talat, yang menyimpan video penembakan itu.

Aktivis lainnya bercerita, Israel menyerang tanpa memberi peringatan terlebih dulu. ”Mereka menembakkan beberapa peluru karet, namun setelah itu menggunakan peluru tajam,” kata Norazma Abdullah asal Malaysia.

“Kekerasan itu benar-benar brutal. Kapal itu berubah menjadi kolam darah,” kata Nilufer Cetin asal Turki, yang membawa serta anaknya yang berusia setahun. Cetin menyebutkan, selain senjata tajam, tentara Israel menggunakan bom asap dan gas kanister saat menyerbu.

Dimitris Gielalis asal Yunani mengungkapkan, Israel juga memukuli dan menyetrum beberapa penumpang. Kapten Mavi Marmara dipukuli lantaran menolak meninggalkan kemudi kapal.

Ferry Nur, relawan dari Indonesia, mengatakan sedikitnya 20 tentara diturunkan dari helikopter di ruang nakhoda di lantai 4. Saat itu kapal dalam keadaan gelap. ”Di sinilah paling banyak korban tewas,” katanya kepada Tempo.

Sebanyak 128 penumpang, termasuk 10 warga Indonesia, dideportasi ke Yordania kemarin sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat. Mereka diangkut dengan lima buah bus. Serbuan pada Senin subuh lalu itu menewaskan 19 orang dan mencederai 36 lainnya.

Israel berdalih serangan tersebut dilakukan karena para aktivis di kapal menyerang terlebih dulu. Seorang komandan Angkatan Laut Israel mengatakan, pihaknya akan melakukan hal yang sama terhadap kapal berikutnya yang saat ini tengah menuju Gaza. ”Kami telah siap seperti menghadapi perang,” katanya.

Laila Khalid, mantan pembajak pesawat asal Palestina, yang diwawancarai Tempo kemarin, mengatakan serangan Israel di perairan internasional itu sekali lagi mengirim pesan bahwa mereka kebal terhadap hukum internasional.

Sumber : http://tempointeraktif.com

Sisi lain dari tragedi kemanusiaan ini ada beberapa hal yang menjadi pertanyaan yang belum bisa penulis temukan jawabannya ….

dari hasil surfing, browsing dan googling …

Ada beberapa poin yg perlu kita ketahui bersama:
1. Israel blokir jalur masuk Gaza karena saat ini Gaza tengah dikuasai oleh Hamas, sebuah organisasi teroris.
2. Hamas sendiri beberapa saat yg lalu berperang melawan saudaranya sendiri, mereka bertindak sangat kejam membunuh pengikut pemerintahan Mahmoud Abbas. Di youtube banyak video yg menunjukkan kekejaman Hamas. Banyak orang Palestina sendiri yg mengatakan Hamas, meskipun sesama Palestina ternyata lebih kejam dari tentara Israel.
3. Hamas selalu menteror Israel dengan tembakan puluhan bahkan ratusan roket ke desa-desa Israel. Anehnya, dunia “silent” dalam hal ini, dan sekali Israel harus masuk dan menghancurkan kekuatan Hamas, dunia langsung mengecam.
4. Arab mengerti bahwa secara teknologi perang mereka kalah jauh dengan Israel, jadi satu2nya kemenangan yg mereka upayakan saat ini adalah secara politik. Dalam peperangan melawan Israel, mereka menempatkan wanita dan anak2 di atap-atap rumah, dengan sengaja menjadikan mereka tameng bagi Bom dan peluru Israel.

Mengenai kejadian Flotilla yg sedang terjadi.

Tujuan pengiriman barang-barang “kemanusiaan” ke Gaza melalui laut sesungguhnya BUKAN untuk menolong orang-orang Palestina yg menderita. Kepala dari Flotilla sendiri mengatakan bahwa tujuan mereka menerobos blokade Israel adalah untuk menghancurkan blokade Israel ke jalur Gaza.

Laporan kemanusiaan yang sesungguhnya adalah tidak ada orang kelaparan di Gaza. Bahkan sudah banyak bermunculan resto-resto mewah di sana. PBB selama 60 tahun ini sudah terus menerus merawat penduduk Palestina.

Jika kita melihat peta Gaza, anda akan tahu bahwa Israel hanya memblokade 3 sudut masuk ke Gaza. Sudut yang ke 4 itu diblokade oleh MESIR, sebuah negara Arab sendiri.

Dari seluruh negara-negara Arab, dan bahkan Mesir sendiri, mereka tidak perduli dengan kemanusiaan warga Palestina di Gaza. Mereka yang kaya raya dengan uang penghasilan minyak bisa dengan mudah membiayai makanan ataupun pembangunan di Gaza. Tetapi tahukah anda bahwa setiap bantuan yg diberikan ke Gaza untuk orang2 Palestina di sana akan dirampas oleh Hamas dan dipakai untuk kepentingan prajurit mereka. Jika ada dana sumbangan dalam bentuk keuangan, maka dana tsb akan dipakai untuk pembelian senjata. Ketahuilah bahwa negara Arab sendiri tidak sayang terhadap saudaranya sendiri. Dipikiran mereka, orang Palestina memang dibiarkan disana sebagai alat perang mereka melawan Israel.

Untuk kasus Flotilla, sebenarnya Israel telah menawarkan untuk MEMBANTU pengiriman barang2 kemanusiaan seperti makanan dan obat-obatan ke Gaza, DENGAN syarat harus ada pengecekan terlebih dahulu supaya tidak ada senjata yang dimasukkan. Tetapi pihak organisasi Pro-Palestina dengan sengaja menerobos masuk lewat jalur laut. Israel memang harus menghentikan kapal-kapal tersebut dan membawanya ke port mereka. Tidak ada pilihan lain!!!

Ingat bahwa tujuan penerobosan blokade ini adalah POLITIKAL, bukan untuk membantu penduduk Palestina di Gaza.

Jika anda selidiki sejarah modern, maka anda akan kaget untuk melihat betapa kejamnya negara2 Arab terhadap saudara mereka sendiri. Mereka dengan sengaja memakai orang-orang Palestina untuk tujuan politik mereka “mengalahkan Israel”

Israel memang tidak punya pilihan lain daripada melakukan penyerbuan kapal Flotilla. Bisa dibayangkan jika diijinkan kapal masuk seenaknya, berapa banyak senjata yg akan diselundupkan ke Hamas?

fyi, Israel telah menemukan ratusan tunnel (jalur bawah tanah) yg dipergunakan untuk penyelundupan senjata. Tunnel2 ini terus dihancurkan setiap kali ditemukan. Bukti-bukti ini sudah ditembuskan ke PBB, namun tidak ada tindakan secara langsung bisa dilakukan, karena Arab masih memegang kendali minyak dunia.

Kita perlu terus mendoakan Israel agar tangan Tuhan dengan segera dinyatakan atasnya. TIDAK ada negara lain yang di SETIAP HARInya harus memikirkan keselamatan hidup mereka lebih daripada Israel. Jika bukan Tuhan yg menjaga mereka, sudah lama habislah bangsa ini.

Doakan juga penduduk Indonesia yang benar-benar dibutakan (dibodohi). Perang agama secara kenyataan sedang terjadi. Begitu besar kebencian mereka terhadap Israel. Bentuk kebencian yang benar-benar buta.

OH YA tanyakan ya… kenapa MESIR GA MAU bantu palestina ( padahal se UMAT)

Jadi mana yang benar …???? Wallahualam bi showaf

Penulis hanya berusaha mendapatkan fakta dari pihak yang berbeda cmiew ..

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s